Friday, 11 October 2013

Ekspor Kopi Pertama Papua ke Amerika

Jum'at , 11 Oktober 2013 18:02 | Berita Perusahaan | di PAPUAcoffees.com

Pada  hari  Sabtu,  tanggal  20 Maret  2010,  ekspor  perdana  satu  kontainer kopi Arabika Baliem dengan grade 1 ke Amerika Serikat telah berhasil  dilaksanakan.  Kopi  tersebut  diberangkatan  dari  pelabuhan Makassar dan dijadwalkan tiba pada tanggal 27 April di Oakland, California, AS.  Proses  ekspor memakan waktu  cukup  lama  karena  Propinsi  Papua  belum  merupakan  zona  ekpor  internasional.  Namun Koperasi mendapatkan ijin untuk melakukan ekspor kopi dari pelabuhan  internasional  di Makassar.  Pengiriman  tersebut merupakan  titik bersejarah  karena  tidak  pernah  sebelumnya  ada  produk  pertanian Papua yang dapat diekspor ke pembeli  internasional. Pengiriman perdana tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Papua, Bapak Melkias Monim, Kepala Koperasi Arabika lembah Baliem, Bapak Selion  Karoba,  Koordinator  program  PADA  dan    Bapak  Kornel Gartner,  dan  sebagai  tamu  seorang  pelaku  bisnis  kopi  dari  Jerman, Bapak  Stefan Mechthold. Mengenai  pengiriman  tersebut, Bapak Melkias  Monim  menyatakan,  “Ini  merupakan  hari  bersejarah  bagi  Papua. Petani-petani  kopi  dataran  tinggi  harus  berbangga  hati  karena  mereka dapat memasok kopi ke pasar kopi spesial internasional.”

Proses pengiriman kopi ini bukanlah tugas mudah. Pertama, skala kecil pembelian dilakukan oleh Koperasi dari petani-petani di wilayah  terpencil  Lembah  Baliem.  Setelah  diolah,  lot  sebanyak  12  ton  harus diangkut  menggunakan  penerbangan  komersial  ke  kota  pelabuhan Jayapura.  Terakhir,  kopi  tersebut  dikirim  melalui  laut  ke  Makassar sebelum  melanjutkan  perjalanan  ke  AS.  Namun  demikian,  karena dedikasi petani-petani kopi Lembah Baliem, Koperasi Arabika Baliem, tim  AMARTA-PADA  dan  dukungan  luar  biasa  dari  Pemerintahan Propinsi Jayawijaya dan Papua maka pengiriman tersebut menjadi kenyataan.  Sekarang  pecinta  kopi  internasional  dapat  menikmati  kopi dengan cita rasa yang sangat unik dan tidak ditemukan di tempat  lain di dunia.

Kopi tersebut dibeli oleh Paragon Trading Company di Amerika Serikat. Koperasi Petani Arabika Baliem dapat menghasilkan  laba hampir $43.000 dari transaksi ini. Ini merupakan terobosan bagi petani-petani
kopi dataran tinggi Papua. Laba dari transaksi  ini akan  langsung dinikmati oleh petani anggota Koperasi dan digunakan untuk  terus membeli kopi dengan harga yang layak dan memberikan bantuan teknis dan materi kepada petani-petani kopi di seluruh Lembah Baliem.

http://www.amarta.net/amarta/successstory

http://www.paragoncoffee.com/

Contact Information
Roland W. Veit, Chairman, ext 14 roland@paragoncoffee.com

Traders:
Robert Briante, ext 16
Michael Silberstein, ext 17 michael@paragoncoffee.com
Stephen Bauer, ext 18 steve@paragoncoffee.com
Murray Ross, Cell: (205) 356-1022 murray@paragoncoffee.com
Greg Dietrich, ext 13 greg@paragoncoffee.com

Chief of Operations: Richard Palombo ext.19 mailto:richard@paragoncoffee.com

Traffic Department:
Juan Tacuri, ext 20 traffic@paragoncoffee.com
Kerry Sullivan, ext 21 traffic@paragoncoffee.com

Chief Financial Officer: Sam Berger, ext 26 sam@paragoncoffee.com

Accounting:
Connie Bustelo, connie@paragoncoffee.com
Maria Blanco, ext 24 maria@paragoncoffee.com
Joshua Finley, ext 23 joshua@paragoncoffee.com

Administration:
Catalina Acevedo, ext 10 catalina@paragoncoffee.com
June Ng Tiburzi, ext 11 june@paragoncoffee.com

Sample Room Manager:
Andrew Joelson, ext 27 andrew@paragoncoffee.com

Telephone: 914-949-2233
FAX: 914-949-1211
Postal address
445 Hamilton Avenue
White Plains, New York 10601

General Information: mailbox@paragoncoffee.com
Sales: trading@paragoncoffee.com
Webmaster: mailto:john@tiburzi.com

Sumber Berita: http://fadilconnoisseurcoffee.blogspot.com/2011/05/ekspor-kopi-pertama-papu-ke-amerika.html?spref=fb

Saturday, 24 August 2013

BBCoffee Punya Penyalur Resmi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta

Sabtu , 24 Agustus 2013 17:59 | Berita Perusahaan | PAPUACoffees.com

Dengan ini diberitahukan kepada seluruh penikmat kopi, kafe dan restoran penyaji kopi khususnya di Pulau Jawa bahwa Koperasi Baliem Arabica dengan merek dangan kopinya BBCoffee kini telah memiliki distributor resmi untuk Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Untuk sekarang Distributor untuk Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menyediakan kopi dengan rincian harga sbb.:

Green Bean Kopi Baliem Arabica - 500 gram [Rp.90.000,-]
Green Bean Kopi Baliem Arabica - 1 kg [Rp.150.000,-]
Roasted Bean/ Sangrai Kopi Baliem Arabica 250 gram [Rp. 60.00,-]
Roasted Bean/ Sangrai Kopi Baliem Arabica 500 gram [Rp. 100.00,-]
Roasted Bean/ Sangrai Kopi Baliem Arabica 1 kg[Rp. 170.00,-]
Kopi Bubuk BBCoffee- 150 gram [Rp. 50.00,-]
Kopi Bubuk BBCoffee- 250 gram [Rp. 60.00,-]
Harga ini khusus untuk DIY sementara untuk di luar DIY akan dikirim lewat JNE, DHL, TIKI atau FeDex dan Ongkos Kirim ditanggung pembeli.

Perlu diketahui bahwa saat ini kami lebih memfokuskan diri kepada penjualan Green Bean untuk cafe dan warung, sementara untuk konsumen individu dan keluarga juga dapat membeli kopi bubuk yang telah kami produksi atau kopi sangrai (gorengan) yang telah kami proses sesuai standar produksi kopi secara internasional dan yang telah diekspor ke pasar internasional sejak tahun 2008.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Telepon (Telkomsel): 081238301001
Telepon (IM3) : 085769223000
Email: order@papuacoffees.com
Anda juga dipersilahkan menghubungi situs-situs penjualan dan jejaring sosial kami:

http://papuamart.com
http://facebook.com/papuamart
http://twitter.com/papuamart

Terimakasih,

 KSU Baliem Arabica
Unit Pemasaran dan Penjualan Global dan Online

Friday, 23 August 2013

Potensi Kopi Arabica Organik Baliem Papua dalam Pengembangan Pangsa Pasar Ekspor

Jum'at , 23 Agustus 2013 23:49 | Ekonomi & Bisnis | PAPUACoffees.com

Potensi Kopi Arabica Organik Baliem Papua dalam Pengembangan Pangsa Pasar Ekspor Nikmatnya Kopi Arabica asal lembah Baliem Papua memiliki cirri khas tertentu dibandingkan dengan kopi lainnya। Lembah Baliem merupakan daerah tempat tinggal Suku Dani। Masyarakat adat yang diperkenalkan ke dunia luar sebagai petani pejuang. Mereka hidup bertani, namun gemar berperang. Kopi Baliem ini adalah kopi papua jenis arabika. Kopi yang memiliki ciri khasnya arabika, karakter rebusannya asam, agak berbeda dengan karakter rebusan kopi robusta yang lebih pahit. Tidak terlalu pahit karena memang arabika memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibanding robusta. Head of Cooperative KSU Baliem Arabica; Selion Karoba mengungkapkan, September 2012 mendatang, pihaknya akan mengekspor kopi ke Amerika 18 ton. Tahun ke tahun hasil produksi kopi di Pegunungan Tengah Papua terus meningkat, pertama kita ekspor 12 ton, kemudian 14 ton dan 16 ton, selanjutnya September 2012 kita kirim ke Amerika 18 ton,ujar Selion Karoba kepada Harian Pagi Papua, di Wamena.

Pada tahun 2000 untuk luas lahan tanaman kopi di Kabupaten Jayawijaya tercatat 3.076 hektar, yang merupakan hampir setengah (42,7 persen) dari luas total (6.208 hektar) areal perkebunan kopi Provinsi Irian Jaya. Perkebunan yang keseluruhannya milik rakyat ini tersebar di Kecamatan Tiom, Bokondini, dan Asologaima. Produksi kopi Jayawijaya yang juga diekspor ke Singapura, Jepang, dan Australia ini, besarnya 316,30 ton atau setara dengan hampir setengah produksi kopi provinsi yang besarnya 740,3 ton.Selain ke Amerika lanjut Selion, pihaknya juga akan mengirim kopi ke sejumlah tempat seperti Friport dan Jakarta. Mengenai harga kopi, Selion Karoba mengatakan, harga kopi ditentukan dalam Rapat Umum Anggota (RUA) KSU Baliem Arabica, dimana tahun ini harga pembelian kopi dari petani Rp 6.000 per liter. “Kita sudah beberapa kali naikkan harga pembelian kopi, 2010 lalu harga kopi gabah (kopi dengan kulit kering) Rp 5.000 per liter, tahun ini harganya Rp 6.000 per liter, dan 2013 mendatang harganya kita naikkan menjadi Rp 7.000 per liter. Kualitas kopi dari Lembah Baliem tidak perlu lagi diragukan. Dalam berbagai tes uji citarasa yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri, sudah terbukti “Baliem Blue Coffee”atau disingkat “Bebecoffee”memiliki citarasa yang tinggi.

Terakhir pada konfrensi Asosiasi Kopi Spesial Amerika yang diikuti oleh pelaku-pelaku kopi Spesial dari seluruh dunia, kopi dari daerah ini diikutsertakan oleh Asosiasi Kopi Spesial Indonesia karena Koperasi Baliem Arabica adalah salah satu anggota organisasi itu. Berdasarkan data kopi di Kabupaten Yahukimo, Jayawijaya dan Lani Jaya cukup besar, dengan jumlah petani kopi 2007 orang dan luas lahan 1.102 ha serta kemampuan produksi 193,25 ton pertahun. Potensi produk kopi terbesar terdapat di kabupaten Jayawijaya, yaitu sebesar 138,75 ton pertahun, kemudian Lani Jaya. Pada tahun Rainforest Alliance melakukan audit terhadap Koperasi Baliem Arabika. Hal ini merupakan bagian dari program Aliansi Pembangunan Pertanian Papua (PADA) untuk pengembangan kopi di Lembah Baliem, Papua. Rainforest Alliance memiliki misi untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan menjamin mata pencaharian yang berkesinambungan dengan mengubah praktek-praktek penggunaan lahan, praktek bisnis dan perilaku konsumen. (Sumber: RRI Wamena,10 April 2011,AMARTA data terkait FHKP)

Saturday, 20 July 2013

Kopi Wamena Setara dengan Kopi Kelas Dunia

Sabtu , 20 Juli 2013 18:16 | Berita Utama | di PAPUACoffees.com

Blue Mountains coffee adalah salah satu kopi terbaik di dunia yang terkenal dengan karakter good acidity, intense aroma, fairly good body, clean. Ditanam di area perbukitan di bagian timur pulau Jamaika bernama Blue Mountains, perpaduan kondisi tanah, curah hujan, dan temperatur yang sesuai menghasilkan kopi berkualitas tinggi dengan rasa menawan.

Menurut sebuah sumber, Indonesia memiliki daerah penghasil kopi yang kualitasnya setara dengan Blue Mountains Coffee yaitu Wamena di Papua. Hal ini dimungkinkan karena menurut sumber tersebut bibit kopi yang ditanam dari Papua berasal dari Blue Mountains yang dibawa oleh orang Belanda pada jaman kolonial.

Saya tidak begitu peduli pada keabsahan cerita tersebut. Saya sendiri belum pernah mencoba merasakan kopi dari Blue Mountains, namun buat saya kopi Papua Wamena adalah kopi terfavorit. Entah apakah kopi ini bisa mewakili rasa Blue Mountains coffee yang legendaris itu atau tidak.

Salah satu kedai kopi tempat saya mampir untuk menikmati Papua Wamena adalah Rumakopi di Jl. Suryo 20 lt. 2, Jaksel. Beda kedai kopi bisa beda rasa Wamena-nya. Dan Rumakopi menyajikan rasa kopi Papua Wamena yang pas untuk saya

Sumber : tukangkopi.com

Saturday, 13 July 2013

Pertumbuhan Ekonomi Papua di Atas Rata-Rata

Sabtu , 13 Juli 2013 18:15 | Berita Perusahaan | di PAPUACoffees.com

JAYAPURA [PAPOS] - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil menengah Syarief Hassan mengatakan rasa kebanggaannya karena pertumbuhan ekonomi Papua melebihi diatas rata-rata nasional.

“Yang membuat saya bangga, karena pertumbuhan ekonomi di Papua melebihi diatas pertumbuhan angka rata-rata nasional. Saya tau pasti pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua sekarang pada kwartal pertama sudah mencapai angka tujuh persen,” kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarief Hassan dalam sambutannya pada pembukaan seminar kewirausahaan bagi mahasiswa dan Perguruan Tinggi se Jayapura /UMKM binaan Perbankan se Kota Jayapura yang berlangsung kemarin Senin (3/4) di Aula USTJ Abepura – Kota Jayapura.

Sebab jika dilihat, Pertumbuhan ekonomi secara nasional sejak lima tahun terakhir ini mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi nasional selalu diatas rata –rata enam persen. Namun untuk Papua justru melebihi angka tersebut, yakni tujuh persen.

Hal ini menurut Menkop karena kekuatannya gubernur yang saat ini dipilih adalah memiliki visi agar ekonomi Papua semakin meningkat kedepan. “Implikasinya dapat dilihat bahwa tingkat pengangguran yang terjadi Provinsi Papua jauh lebih rendah dibandingkan dengan di tingkat nasional secara rata –rata.

Namun menurutnya hal ini belumlah cukup. Untuk itu dirinya mengajak agar bersama – sama ditingkatkan ekonomi Papua. Dengan demikian program pemerintah pusat, master plan pembangunan Papua dan Papua Barat akan menjadi kenyataan kedepan yang lebih baik sesuai dengan yang direncanakan bersama.

Untuk itu menteri juga mengucapkan terima kasih terhadap acara ini karena hal ini merupakan gerakan kewirausahaan nasional, bagaimana suatu gerakan yang timbulkan oleh generasi muda Papua bagaimana menangkap peluang yang sudah diciptakan oleh pemerintah dan juga, bagaimana peluang yang betul – betul dapat diraih. Agar  generasi muda Papua bisa memberikan kontribusi selain kepada diri sendiri, juga memberikan kontribusi ekonomi kepada keluarga dan juga lingkungannya serta kepada bangsanya.

Salam Presiden SBY Saat memberikan sambutannya itu, menteri juga mengutarakan salam yang disampaikan kepala negara Presiden Susilo Bambang Yudoyono kepada generasi muda di Papua. Sebab saat ini, Pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi prioritas pemerintah pusat.

“Bagaimana meningkatkan ekonomi Papua pemerintah pusat sangat mendukung, kita ingin agar Provinsi Papua akan lebih eksis lebih meraih oportunity. Sebab  yang sekarang sudah semakin baik,”pujinya.

Seperti diketahui dalam kunjungan kerja selama sehari di Jayapura, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI Syarif Hassan juga membuka dengan resmi Gerakan Kewirausahaan Nasional 2013 Spirit of Global Enterpreneurship dengan thema "Daripada kesana kemari cari kerja lebih baik buka usaha"

Selain itu juga memberikan bantuan sosial kepada tujuh koperasi diantaranya  KSU Baliem Arabia, sebesar Rp. 100 juta.

Selain itu juga memberikan bantuan dana bagi pengembangan koperasi dan juga wanita perkasa kepada Koperasi wanita Philia – Kota Jayapura,

Koperasi Manne Manbi – Kota Jayapura. Kemudian KUD Sosiri – Kabupaten Jayapura, KUD Awur – Kabupaten Keerom dan  Koperasi Serba Usaha (KSU) Badani dari Kabupaten Keerom.

Setelah itu menteri  koperasi dan UKM didampingi Gubernur Papua  Lukas Enembe mengunjungi stand pameran usaha kecil menengah yang dikelola oleh para mahasiswa seperti stand USTJ Jayapura, Stisipol Silas Papare, Universitas Yapis, Universitas 10 Nopember dan juga stand – stand BUMD/BUMN  yang ada di Jayapura seperti Pertamina dan dunia perbankan.[tho]

Senin, 3 Juni 2013
Sumber : www.papuapos.com

KSU Baliem Arabica Export 12 Ton ke USA

Sabtu , 13 Juli 2013 12:22 | Berita Utama di PAPUACoffees.com

Jayapura – Periode Desember hingga Januari 2013 KSU ( Koperasi Serba Usaha ) Baliem Arabica berhasil melakukan Ekspor Kopi Arabica Ke Negara adi daya USA ( Amerika Serikat ) , sebanyak 12 Ton selaku eksportir tunggal Kopi Arabica Wamena. Hal tersebut merupakan pencapaian yang sempurna,sebagai pelaku usaha Pribumi Papua.

Sejak Juni 2007 dibentuk Koperasi Serba Usaha ( KSU ) kopi Arabica dengan mengusung visi dan misi salah satu mewujudkan program Nasional yaitu pemberdayaan Ekonomi kerakyatan melalui pengembangan kopi Arabica bersertifikat organic dengan standart export dengan tujuan ke Negara maju.

Hal tersebut telah dibuktikan dengan produknya yang sudah merambah ke berbagai belahan dunia selain USA ,juga cina, Swiis dan Jepang,” kata Ketua KSU Baliem Arabica kemarin bertempat di Hotel Horison Jayapura 1/3-2013. Dikatakan, di bulan April nantinya pihaknya akan mengeksport kembali ke USA lebih dari 12 ton dimana hal tersebut sesuai permintaan dari salah satu Pengusaha Lokal disana.

Untuk Area Perkebunan Kopi Arabica Organik Meliputi Mambramo tengah,lani jaya, Tolikara, Pegunungan Bintang, Puncak Jaya,Yalimo dan dan Yahokimo, menurut Selion Tempat- tempat tersebut merupakan sentra pertanian Kopi arabika mutu terbaik yang ada di papua dan guna memudahkan petani memasarkan Kopi keluar perkebunan, pihak Koperasi Baliem Arabica selalu menggunakan system jemput bola artinya setiap panen tiba pihak KSU langsung ambil ditempat tempat tersebut dari petani,hal tersebut dilakukan untuk memutus agar biaya yang dikeluarkan para petani untuk membawa hasil produksi lebih kecil , paparnya.

penjemputan bukan hanya di area perkebunan kopi Kabupaten Jayawijaya tetapi juga kekabupaten lain Di Pegunungan tengah,termasuk kabupaten Puncak jaya.

Untuk harga perliter Kopi Arabica dari Petani mencapai rp 7 ribu dari harga sebelumnya rp 5 ribu per liter, kenaikan harga tersebut dilakukan Pihak KSU bertujuan agar Kesejahteraan petani kopi semakin baik dan para petani kopi akan semakin lebih termotivasi untuk berkebun dengan lebih baik lagi sehingga mampu menghasilkan kopi unggulan yang nantinya siap bersaing di Pasar global, pungkas Selion ( Ady/don/lo1)

Sumber: BintangPapua.com

Link: http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/ekonomi/item/2174-ksu-baliem-arabica-export-12-ton-ke-usa

Tanggal: Senin, 04 Maret 2013 01:27

Friday, 12 July 2013

Wamena, Penghasil Kopi Terbaik di Dunia

Jum'at , 12 Juli 2013 12:53 | BBCoffee | dari PAPUACoffees.com

Jakarta - Menyeruput secangkir kopi hitam adalah hal yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia. Beberapa daerah pun punya kopi andalan, termasuk Wamena di Papua, yang rasanya digemari oleh seluruh dunia!

Beberapa negara identik dengan teh: Jepang, China, Mesir, Turki, Maroko, India, Sri Lanka. Tapi beberapa negara juga identik dengan kopi, salah satunya Indonesia.

Bicara tentang kopi di Indonesia, yang terbesit di benak para coffee-addict pastilah kopi luwak. Konon, kopi jenis ini adalah yang terbaik di dunia. Tapi tunggu dulu, Indonesia juga punya jenis kopi sesuai daerahnya. Masing-masing punya karakteristik lewat rasa dan aroma.

Mulailah dari wilayah paling barat. Aceh Gayo, dengan aroma memikat dan rasa asam yang tak terlalu pekat. Lalu ada kopi Lampung, kopi Bandung (dengan merk paling ternama: Aroma), kopi Toraja, kopi Bali, hingga kopi Papua.

Nah, satu daerah di Papua yang terkenal sebagai penghasil kopi adalah Wamena. Kopi bertekstur ringan, minim ampas, harum semerbak, dan tidak asam. Tak heran kopi Wamena digemari oleh seluruh dunia.

"Wamena punya daya tarik khusus sebagai penghasil kopi terbaik di dunia," tutur Wempi Wetipo, Bupati Kabupaten Jayapura di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (27/7/2012) lalu.

Kopi Wamena, lanjut Wempi, telah diekspor ke berbagai belahan dunia dan telah menjadi penyokong tetap merk kedai kopi paling ternama di dunia. Kedai kopi yang lambangnya berwarna hijau itu menggunakan kopi Wamena sebagai bahan baku utamanya.

"Kopi Papua itu enak sekali. Makanya mereka selalu beli, dan akhirnya kita jadi penyalur tetap," tambah Wempi.

Pernah mencoba kopi Wamena? Kalau belum, inilah waktu yang tepat untuk mencicipinya. Jangan lupa, awal mencicipi, jangan pakai campuran gula ke dalam cangkir kopi Anda. Biarkan semua indera Anda bekerja.

Oleh: Sri Anindiati Nursastri - Minggu, 29/07/2012 10:25 WIB  detikTravel

Wednesday, 12 June 2013

Kopi Wamena Termasuk Kopi "The Best" Di Dunia

Jum'at , 12 Juli 2013 13:01 | BBCoffee | di PAPUACoffees.com

Kopi dari ujung barat sampai timur Indonesia akan tampil di Indonesian Coffee Festival. Festival Kopi Indonesia tersebut akan diselenggarakan pada 15-16 September 2012 di Ubud, Bali.

"Kita tampilkan kopi dari ujung Indonesia, Aceh, sampai Wamena. Kopi Wamena termasuk kopi the best di dunia. Sayang, kita belum berani melakukan branding kopi Indonesia. Kita belum branding 'kopi tubruk' seperti halnya branding 'cappucinno'," tutur Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar saat jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (15/8/2012).

Saat ini, tutur Sapta, Indonesia telah memiliki branding "Kopi Luwak". Menurutnya, kopi luwak begitu terkenal di dunia, salah satunya Korea Selatan. Apalagi di Busan Indonesia Center yang berada di Korea Selatan sengaja didirikan kafe kopi luwak.

"Awalnya kita ragu, karena orang Korea minumnya teh. Ternyata teh bisa kalah dengan kopi luwak. Ada 300 cangkir kopi luwak yang terjual tiap harinya di sana," jelas Sapta.

Selain keunikan cita rasa kopi asal Indonesia yang begitu beragam, daya tarik lainnya adalah teknik pembuatan atau penyeduhan kopi itu sendiri. Sapta memberi contoh cara menikmati kopi Gayo dari Aceh.

"Kopi Gayo bukan hanya kopinya yang terkenal, teknik pembuatannya juga unik. Kopi diseduh dengan cara ditarik-tarik. Alat penyaringnya dulu itu pakai kaus kaki, sekarang sudah tidak," tutur Sapta.

Menurut Sapta, selain bisa mencicipi beragam kopi dari berbagai daerah di Indonesia, pengunjung festival juga bisa melakukan tur ke kebun kopi yang berada di kawasan Gianyar, Bali. Indonesia sendiri kini berada di peringkat ketiga sebagai negara pengekspor kopi terbanyak di dunia.

Editor : I Made Asdhiana

Sumber : Kompas.com

Search This Blog

My Blog List