Tuesday, 22 July 2014

Kopi Wamena Meninggalkan Rasa "kopi Kecoklatan" dalam waktu Lama setelah minum

Saya seblumnya "pemadat kopi", boleh dikatakan begitu dalam bahasa awam. Ya, benar sekali saya minum kopi sama jumlah airnya dengan jumlah air putih. Saya habiskan waktu lebih lama minum kopi daripada minum air putih, saya kira ini sudah umum berlaku bagi semua peminum kopi. Tetapi masalah buat saya ialah jumlah "air" dari kopi yang saya minum lebih banyak dari pada jumlah "air" yang saya minum dalam bentuk "air jernih" alias air putih.

Pada waktu saya masih menjadi "pemadat kopi" tadi, maaf saya tidak diperbolehkan menyebut nama kopi dalam rangka sopan-santun dalam mengkomunikasikan pengalaman menikmati kopi dari sejumlah kopi yang ada di Indonesia. Terus terang, satu hal yang sangat menonjol sejauh pengalaman saya meminum Kopi lain dengan kopi Papua ialah "jumlah" gelas atau cangkir atau dengan kata lain jumlah air yang saya minum atas nama minum kopi. Sangat berbeda antara minum Kopi Wamena dibandingkan dengan minum kopi lain.

Sekali lagi, perubahan paling menonjol ialah jumlah air yang dikonsumsi saat minum kopi Wamena dibandingkan dengan pada saat minum kopi lain, terlepas dari citarasa yang akan saya tulis kemudian.

Kenapa ini terjadi?

Penyebabnya bukan citarasa kopi, yang tentu saja sangat berbeda daripada kopi-kopi lain. Akan tetapi dalam tulisan singkat ini saya mau kasih tahu betapa saya heran, ternyata setelah saya minum Kopi Wamena, saya punya "RASA PUAS minum kopi", dan bahkan melupakan selama beberapa jam bahwa ada cangkir kopi di depan saya.

Ya, betul. Yang saya maksudkan ialah bahwa pada saat Anda minum Kopi Wamena, Anda akan merasakan betul, Anda menjadi puas, dan tubuh Anda menyatakan, "Sudah cukup! puas". Berbeda dengan minum kopi lain, di mana Anda pasti akan merasa ketagihan, atau semacam Anda terbius menjadi "pecandu kopi", atau lebih tepat menjadi "suruhan Kopi". Anda menjadi merdeka dan benar-benar terlepas dari rasa mau dan mau terus akan Kopi. Rasa puas Anda akan terbawa dalam waktu lama. Anda akan menjadi merdeka dari keterikatan dengan Kopi.

Benar, ini Kopi Wamena saya kasih nama "Kopi yang memerdekakan".

Saturday, 19 July 2014

Google Alert - Kopi Papua

Subject: Google Alert - Kopi Papua
Date: Sat, 19 Jul 2014 11:00:01 +0000
From: Google Alerts <googlealerts-noreply@google.com>
To: papuacoffees@gmail.com




Google

Kopi Papua
Pembaruan mingguan 19 Juli 2014


WEB

Kopi di Moanemani Telah Menjadi Masa Lalu?
Dogiyai, MAJALAH SELANGKAH -- Moanemani, sebelum menjadi Ibu Kota Kabupaten Dogiyai dikenal luas karena kopi arabika yang dihasilkan ...
Google                                      Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan


kopi arabica papua
Daftar produk dari etalase kopi arabica papua milik goodhealth, Surabaya.
Google                                      Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan

Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS



Sunday, 6 July 2014

Kopi Lembah Baliem (Wamena)


KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Kopi Lembah Baliem berasal dari biji kopi pedalaman Papua.http://www.kopipapua.tk/

JAKARTA, KOMPAS.com - Aromanya bak tanah di perkebunan kopi. Tak cukup sekali puas untuk menghisap uapnya dari hidung. Setelah itu pasti tak sabar untuk menyeruput air hitam yang ada dalam cangkir yang sudah di genggaman tangan. Akhirnya sruuuup... akh, seruputan di ujung bibir ini benar-benar mengingatkan akan tanah Papua yang indah dan menakjubkan.

Tidak salah kopi ini dinamakan Golden Lable Coffee atau kopi berlabel emas. Saat Kompas.com meneguknya, tekstur kopi Lembah Baliem (wamena) ini lebut tapi rasa kopinya sangat pekat. Setelah ditelan, rasa asamnya seperti betah berlama–lama di ditenggorokan. Setelah itu rasa pahit khas kopi akan datang belakangan tinggal bersama rasa asam.

"Untuk Golden Lable kami menyeduhkan dengan cara syphon dengan menyesuaikan karakter biji kopi, suhu, dan waktu penyeduhan agar rasanya terjaga," ujar Resianri Triane, Manajer Kafe Anomali.

Wednesday, 25 June 2014

Kopi Wamena jadi Primadona Pada di Festival Danau Sentani

HARIANACEH.co.id — Kopi Wamena yang telah diracik menjadi kopi khas Papua, ternyata menjadi salah satu sajian yang diminati –bahkan jadi primadona– pengunjung Festival Danau Sentani (FDS) yang digelar sepanjang 19-23 Juni lalu.

Banyak pengunjung yang berminat, hingga kami meraup untung cukup banyak, sekitar Rp10 juta dari hasil penjualan kopi saja,” ungkap Usai Gombo, salah satu karyawan Kedai Kopi Wamena, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (24/6/2014).

Untuk diketahui, kedai kopi dimaksud memang meracik kopi Wamena menjadi sajian bernama “Baliem Blue Coffee”, yang dijual di arena FDS. Ajang ini sendiri digelar di lokasi bibir Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Gombo mengatakan, selama gelaran FDS, banyak pengunjung yang sengaja datang ke tempatnya khusus untuk mencicipi kopi yang telah diekspor ke benua Amerika dan negara-negara Asia itu.

“Kurang lebih 1.000 bungkus kopi, mulai dari ukuran sedang dan besar, yang terutama laku. Harganya cukup terjangkau, dari Rp20.000 sampai Rp50.000 per gelas,” katanya pula.

Para pengunjung usahanya di FDS itu, kata Gombo lagi, selain mencicipi segelas kopi, juga banyak yang membeli kemasan kopi yang siap diekspor.

“Rata-rata pengunjung yang datang mengatakan Baliem Blue Coffee memiliki cita rasa tersendiri. Segelas kopi kami hargai Rp10.000, dan itu pun mereka harus antre untuk membelinya,” katanya.

Ke depan, lelaki berambut gimbal ala Bob Marley itu menyatakan ingin terus berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut, dengan harapan para wisatawan lokal maupun mancanegara bisa semakin tahu dengan Baliem Blue Coffee.

Baliem Blue Coffee merupakan olahan biji kopi Arabica asli Papua, yang berasal dari Kota Wamena dan Lembah Kamuu di Kabupaten Dogiay. Gombo menyebut, tempat produksi Baliem Blue Coffee yang ia jual itu ada di Kampung Harapan Kompleks SPMA, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Gombo juga mengatakan bahwa hasil olahan biji kopi tersebut selain dikirimkannya ke Amerika dan negara lain, sebagian juga sudah disuplai ke berbagai tempat di Jakarta dan Pulau Jawa.

Setiap tahunnya kami memproduksi satu ton kopi (dikirim) ke Amerika, dan sisanya dikirimkan ke tanah Jawa,” ujarnya.

Monday, 9 June 2014

Why Papua Wamena?

Indonesia Coffees are among the best coffees in the world (if not THE BEST)

One of them is High Quality Arabica Papua Wamena, aka Black Pearl Coffee. The coffee is roasted in Full City (lighter than most coffee you see in the big franchises) to brighthened up it’s unique characteristics. I’ve recently become a fan of this coffee, I enjoy the fruity notes combined with mild bitterness and medium body, great for those afternoon chills.

Papua shares many of the unique flavors of Jamaican Blue Mountain Coffee. Papua shares many of the unique qualities that have made Jamaican Blue Mountain coffee famous. Slightly sweet with fruity undertones, this coffee is well balanced, mild and with medium body. The sweet taste of Albizzia berries, used in the production of New Guinea coffee are grown in the wild rugged mountains of Indonesia Papua Wamena . They were initially discovered in 1933 when the Albizza trees were found in the picturesque Wahgi valleys. Prior to their use in coffee, the Arabs used the coffee berries for spiritual reasons along with creating their own medicines.

Gourmet Indonesia Papua Wamena coffee is grown on 350 acres of land that run along the Wangi River. The plantation’s premium cherry crop harvested several times over from April through September.

The raw beans are then painstakingly hand sorted to evaluate character, quality and condition to ensure superiority in the delivery. Hands down, Papua is acknowledged for being one of the finest quality coffees in the country.

Papua coffee is cupped daily to guarantee the rich, consistent taste of brewed coffee time and time again. These plantation workers have combined their talents, pooled their expertise and mastered one heck of a beautiful coffee bean, for us to roast, just for you. Buy some Papua Wamena and get to know the people of Papua through their gift of gourmet coffee.

A heat-sealed valve bag will ensure the freshest coffee which will be fresh roasted the day it ships.

Search This Blog

My Blog List