Sunday, 1 October 2017

Secangkir kopi asli Wamena dari Rosanti

Alfrida Gombo (kanan) bersama saudaranya, di kafe miliknya di Skyline - Jubi/Agus
Jayapura, Jubi - Bangunan kafe itu terlihat sederhana. Hanya ada dua buah meja lesehan dengan lantai beralaskan karpet merah. Dindingnya dihiasi lukisan dan pernak-pernik khas Papua, ditambah beberapa lampu berwarna-warni.
Pemilik Banana Leaf Cafe di Skyline, Kota Jayapura itu seorang perempuan. Rosanti Alfrida Gombo, perempuan kelahiran Wamena ini, mengaku memiliki menu spesial yang bisa menarik pelanggan.

Friday, 25 March 2016

Kopi Wamena hanya Salah Satu Single Origin dari Banyak Single Origin di Wilayah Adat Laa-Pago

Kopi Wamena sering disebut Kopi Papua, padahal Kopi Papua terdiri dari banyak sekali single origin, mulai dari Kopi Arfak di Kepala Burung Papua Barat sampai Kopi Sigri di Papua New Guinea. Dan Kopi Wamena adalah salah satunya saja.

Kopi Wamena juga sering dianggap sebagai Kopi Papua, padahal ini sebuah identifikasi yang salah fatal.

Friday, 27 November 2015

Kopi Wamena saya kenal dari internet, yang saya tahu ialah Kopi Baliem Arabica

Saya dulu waktu masih awam dengan kopi saya sudah pernah lihat tanaman kopi di berbagai tempat. Kebanyakan tanaman kopi di pedalaman Tanah Papua terletak di dekat kantor-kantor Distrik (Kecamatan) dan pada saat kita kantor pemerintah kita dapat melihat ratusan pohon ditanam di bawah pepohonan yang rindang. Ini kopi-kopi yang ditanam oleh penjajah Belanda.

Setelah Papua berada di dalam Indonesia, maka kopi-kopi itu tinggal begitu saja. Sampai-sampai ada banyak kopi yang telah tumbuh setinggi pohon-pohon asli. Kata lain tanaman kopi telah menjadi