Friday, 25 March 2016

Kopi Wamena hanya Salah Satu Single Origin dari Banyak Single Origin di Wilayah Adat Laa-Pago

Kopi Wamena sering disebut Kopi Papua, padahal Kopi Papua terdiri dari banyak sekali single origin, mulai dari Kopi Arfak di Kepala Burung Papua Barat sampai Kopi Sigri di Papua New Guinea. Dan Kopi Wamena adalah salah satunya saja.

Kopi Wamena juga sering dianggap sebagai Kopi Papua, padahal ini sebuah identifikasi yang salah fatal.

Sedangkan Kopi Wamena sendiri masih harus diklasifikasikan di masa mendatang menjadi beberapa Single Origin. Ada Mudlik Single Origin, Yalengga Single Origin, Lanny Jaya Single Origin, Mbogondini Single Origin, Kelela Single Origin, dan sebagainya. Ini terlepas dari Single Origin di luar Wamena, seperti Yalimo Single Origin, Yali Single Origin dan Pegunungan Bintang Single Origin.

Semuanya menunggu waktu, semuanya menantikan keperdulian dan kerja keras dari berbagai pihak.

KSU Baliem Arabica sejak tahun 2007 telah berupaya dengan kemampuannya mempromosikan dan memperdagangkan Kopi Papua, pertama-tama telah berhasil menggolkan Papua Arabica Specialty Coffee dengan "Wamena Single Origin", yang saat ini dikenal dengan nama Kopi Wamena. Kerja keras itu tidak sampai di situ, Koperasi telah berjuang dan bertahan dari berbagai persoalan organisasi, menejemen dan keuangan, dan kini telah memasuki tahun ke-9. Itu artinya tinggal setahun lagi bisnis Kopi Papua akan take-off/

Masih banyak orang menjadi bingung, apakah Kopi Wamena sama dengan Kopi Papua, apa bedanya Kopi Wamena dengan Kopi Baliem. Masih ada yang mencari di Google.com dengan kata-kunci Kopi Papua Baliem, atau Kopi Wamena Baliem.

Kami tahu, pada akhirnya, semuanya akan menjadi beres, Raja Kopi Papua akan muncul dan menguasai bisnis Kopi di Tanah Papua. Kopi Wamena ialah induk dari bisnis kopi di Tanah Papua. Walaupun Kopi Moanemani yang mendahuluinya, tetapi ternyata Baliem Arabica yang justru telah mendapatkan pengakuan sebagai Produk Spesialti dan mendapatkan izin export.

Friday, 27 November 2015

Kopi Wamena saya kenal dari internet, yang saya tahu ialah Kopi Baliem Arabica

Saya dulu waktu masih awam dengan kopi saya sudah pernah lihat tanaman kopi di berbagai tempat. Kebanyakan tanaman kopi di pedalaman Tanah Papua terletak di dekat kantor-kantor Distrik (Kecamatan) dan pada saat kita kantor pemerintah kita dapat melihat ratusan pohon ditanam di bawah pepohonan yang rindang. Ini kopi-kopi yang ditanam oleh penjajah Belanda.

Setelah Papua berada di dalam Indonesia, maka kopi-kopi itu tinggal begitu saja. Sampai-sampai ada banyak kopi yang telah tumbuh setinggi pohon-pohon asli. Kata lain tanaman kopi telah menjadi tanaman liar. Apalagi biji-biji kopi ada yang dimakan burung kasuari, ada juga yang dimakan burung kelelawar dan ada yang dimakan anak-anak saat bermain di dusun-dusun mereka. Mereka memakan manisan yang ada di bagian kulit, lalu biji kopi dibuang begitu saja.

Di tahun 2008 saya, Jhon Yonathan Kwano datang ke rumah paman saya dan menyaksikan ada pengolahan kopi yang dilakukan besar-besaran. Proses yang sama memang saya sudah lihat di Papua New Guinea, tetapi waktu di sana saya tidak pernah terpikirkan tentang kopi yang pernah saya lihat ada di Tanah Papua bagian barat, pegunungan Tengah Baliem dan sekiarnya.

Di tahun 2008 saya benar-benar melihat ke depan apa gerangan yang akan terjadi pada saat bisnis Kopi Baliem ini benar-benar masuk ke pasar global. Saya masih belum punya bayangan kopi ini namanya Kopi Wamena, yang saya tahu waktu itu ialah Kopi Baliem.

Tahun 2009 terjadi ekspor pertama ke Amerika Serikat. Waktu itu kopi yang diekspor disebut Kopi Arabika Wamena, diekspor oleh KSU Baliem Arabica.

Sayapun tertarik dan mencaritahu berita-berita tentang Kopi Baliem Ararabica. Ternyata dan terbukti di Internet, nama yang sering dicari ialah "Kopi Papua" dan "Kopi Wamena", bukan Kopi Baliem Arabica, apalagi Baliem Blue Coffee. Dari situ saya sadar bahwa Kopi Baliem Arabica ini rupanya secara luas dicari di Google.com sebagai Kopi Wamena.

Sekarang tahun 2015, saya sudah menjadi agen sales dan marketing Kopi Papua selama hampir 4 tahun, dan sekarang saya tahu bahwa yang namanya Kopi dari tanah Papua, yang ada ialah

  1. Baliem Blue Coffee, yaitu produk olahan dari Baliem Arabica;
  2. Kopi Moanemani produk dari Kabupaten Deiyai dan Dogiyai
  3. Kopi Bintang dari Kabupaten Pegunungan Bintang
  4. Kopi Mulia dari Kabupaten Puncak Jaya
  5. Kopi Tolibica dari Kabupaten Tolikara
  6. Kopi Sigri dari Sigri Coffee Estate, Papua New Guinea
  7. Kopi Goroka dan Goroka Papua New Guinea
  8. Kopi Hagen dari Mount Hagen dan sekitarnya, Papua New Guinea
Semua ini kami sebut sebagai Kopi Papua. Yang jelas Kopi Waman tidak ada, yang ada Baliem Arabica atau Baliem Blue Coffee. Dan kedepan akan di-diversifikasi dengan kopi Single Origin lainnya oleh KSU Baliem Arabica. Pada waktu itu tentu saja akan ada kebijakan perubahan secara organisasi dan secara jaringan bisnisnya.



Tuesday, 22 July 2014

Kopi Wamena Meninggalkan Rasa "kopi Kecoklatan" dalam waktu Lama setelah minum

Saya seblumnya "pemadat kopi", boleh dikatakan begitu dalam bahasa awam. Ya, benar sekali saya minum kopi sama jumlah airnya dengan jumlah air putih. Saya habiskan waktu lebih lama minum kopi daripada minum air putih, saya kira ini sudah umum berlaku bagi semua peminum kopi. Tetapi masalah buat saya ialah jumlah "air" dari kopi yang saya minum lebih banyak dari pada jumlah "air" yang saya minum dalam bentuk "air jernih" alias air putih.

Pada waktu saya masih menjadi "pemadat kopi" tadi, maaf saya tidak diperbolehkan menyebut nama kopi dalam rangka sopan-santun dalam mengkomunikasikan pengalaman menikmati kopi dari sejumlah kopi yang ada di Indonesia. Terus terang, satu hal yang sangat menonjol sejauh pengalaman saya meminum Kopi lain dengan kopi Papua ialah "jumlah" gelas atau cangkir atau dengan kata lain jumlah air yang saya minum atas nama minum kopi. Sangat berbeda antara minum Kopi Wamena dibandingkan dengan minum kopi lain.

Sekali lagi, perubahan paling menonjol ialah jumlah air yang dikonsumsi saat minum kopi Wamena dibandingkan dengan pada saat minum kopi lain, terlepas dari citarasa yang akan saya tulis kemudian.

Kenapa ini terjadi?

Penyebabnya bukan citarasa kopi, yang tentu saja sangat berbeda daripada kopi-kopi lain. Akan tetapi dalam tulisan singkat ini saya mau kasih tahu betapa saya heran, ternyata setelah saya minum Kopi Wamena, saya punya "RASA PUAS minum kopi", dan bahkan melupakan selama beberapa jam bahwa ada cangkir kopi di depan saya.

Ya, betul. Yang saya maksudkan ialah bahwa pada saat Anda minum Kopi Wamena, Anda akan merasakan betul, Anda menjadi puas, dan tubuh Anda menyatakan, "Sudah cukup! puas". Berbeda dengan minum kopi lain, di mana Anda pasti akan merasa ketagihan, atau semacam Anda terbius menjadi "pecandu kopi", atau lebih tepat menjadi "suruhan Kopi". Anda menjadi merdeka dan benar-benar terlepas dari rasa mau dan mau terus akan Kopi. Rasa puas Anda akan terbawa dalam waktu lama. Anda akan menjadi merdeka dari keterikatan dengan Kopi.

Benar, ini Kopi Wamena saya kasih nama "Kopi yang memerdekakan".

Saturday, 19 July 2014

Google Alert - Kopi Papua

Subject: Google Alert - Kopi Papua
Date: Sat, 19 Jul 2014 11:00:01 +0000
From: Google Alerts <googlealerts-noreply@google.com>
To: papuacoffees@gmail.com




Google

Kopi Papua
Pembaruan mingguan 19 Juli 2014


WEB

Kopi di Moanemani Telah Menjadi Masa Lalu?
Dogiyai, MAJALAH SELANGKAH -- Moanemani, sebelum menjadi Ibu Kota Kabupaten Dogiyai dikenal luas karena kopi arabika yang dihasilkan ...
Google                                      Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan


kopi arabica papua
Daftar produk dari etalase kopi arabica papua milik goodhealth, Surabaya.
Google                                      Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan

Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS



Search This Blog

My Blog List